Learning to write

Kuliah meruapakan hal yang harus kelakukan karena hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi orang-orang yang mampu dan berminat untuk memperdalam pengetahuannya. Samanya halnya dengan diriku yang sangat ingin memperdalam ilmu dalam pembuatan film baik itu format penulisannya atau dalam tehnik pengambilannya.

Sejak saya duduk dibangku SMA saya suka dengan hal yang berbau digital. Saya mulai belajar mengenai perkembangan desain komunikasi berbasis digital ketika saya duduk di bangku SMK. Hal itu dikarenakan saya memilih SMK jurusan Multimedia yang memang mata pembelajarannya kece dan asik banget. Jadi bikin betah lama-lama mantengin modul yang udah di kasih sama mata pelajaran produktif.

Hal ini  berbeda ketika aku duduk di bangku kuliah di sebuah instansi asing dengan jurusan bahasa inggris di Yogyakarta dengan slogannya bertuliskan bahwa disana mempelajari tehnik sinematografi. Pikiran ane langsung kebayang apa yang akan saya perlajari ditemabh dengan background saya yang pernah mendapatkan mata kuliah sinemathogarfi.

Bahkan saya sempat mendapatkan respon yang baik dari seorang pembuat komik asal Indonesia yang tinggal di Jepang namanya Firman kenalan cowok aku.

Ya semakin semangat untuk mendalami sinemathografi, dan memutuskan masuk kuliah disana. Tapi apa daya setelah aku masuk semakin dalam ke Instansi itu malah kekecewaan yang ada. Pertama pembelajaran sinemathografi yang diajarkan sangat berbeda ketika aku di ajar oleh pakarnya langsung.

Ditambah aku harus mempelajari bahasa Inggris yang sejak dari SMP emang mendapatkan nilai yang bagus tapi aku gak terlalu tertarik dan tidak ada fikiran untuk mendalami hal tersebut.

Kecewa dan merasa terjebak akan pilihan sendiri memang itu yang menancap dalam. Ditambah dengan segala masalah yang ada disana membuatku semakin menunduk dan terpuruk jatuh terjun bebas menjadi sosok yang sangat keras terhadap siapapun. Menjadi sosok yang sangat sulit untuk diatur karena kecewa akan semua kepalsuan iklan.

Kuliah memang itu yang aku lakukan tapi hanya mengejar angka kelulusan di akhir semester yang selalu menjadi peritungnya kelulusan.

Dari kekecewaan itu aku berusaha melepaskannya dengan cara menulis semua yang ada didalam benakku apa yang terjadi padaku pada saat itu juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s